Polisi Ungkap Peran A dalam Penyelundupan Timah dari Beltim, Negara Rugi Puluhan Miliar
Polisi Ungkap Peran A dalam Penyelundupan Timah dari Beltim, Negara Rugi Puluhan Miliar-Muchlis Ilham/BE-
KELAPA KAMPIT, BELITONGEKSPRES.COM – Aparat kepolisian mengungkap peran kunci seorang terduga pelaku berinisial A dalam jaringan penyelundupan timah dari Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ke Malaysia.
Peran A terkuak setelah tim gabungan Dittipidter Bareskrim Polri, Polda Bangka Belitung, dan Polres Beltim membongkar lokasi pengolahan timah ilegal di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit.
Pengungkapan lokasi tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan penyelundupan timah yang sebelumnya diungkap bersama aparat Bea Cukai di Batam.
Operasi penindakan di Kabupaten Belitung Timur dipimpin langsung Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol M Irhamni, pada Sabtu, 28 Februari 2026.
BACA JUGA:Bareskrim Polri Bongkar Pengolahan Timah Ilegal di Beltim, 4 Kali Selundupkan ke Malaysia
BACA JUGA:Bupati Beltim Lantik 4 Pejabat, Kamarudin Tekankan Kinerja Cepat dan Profesional
Dari hasil pendalaman, penyidik menemukan bahwa A diduga terlibat dalam distribusi timah ke luar negeri secara ilegal yang telah berlangsung dalam beberapa kali pengiriman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, A diketahui merupakan karyawan sekaligus memiliki hubungan kerja sama dengan perusahaan mitra penyalur, yakni Bumi Energi dan PT ABS.
Dalam skema tata niaga resmi, hasil tambang masyarakat seharusnya disalurkan melalui perusahaan mitra sebelum masuk ke PT Timah Tbk sebagai jalur legal perdagangan timah.
Namun dalam praktik yang terungkap, jalur tersebut diduga tidak digunakan. Timah justru dialihkan ke pasar gelap dan dikirim ke luar negeri secara ilegal melalui jaringan yang kini tengah didalami penyidik.
BACA JUGA:Siapa Cukong Penyelundupan Timah ke Malaysia? Dalang Utama dari Babel Belum Tersentuh
BACA JUGA:Dalang Penyelundupan Timah ke Malayasia Masih Misterius, Aho Masih Saksi, Asui Belum Tersangka
Dari keterangan saksi, aksi penyelundupan disebut telah berlangsung sebanyak empat kali.
Dalam setiap pengiriman, volume timah diperkirakan berkisar antara 15 hingga 30 ton, sehingga totalnya diduga mencapai sekitar 60 ton.