Imlek 2577 di Beltim Meriah, Tokoh Tionghoa: Semoga Bawa Berkah di Tahun Kuda Api 2026
Tokoh Tionghoa Kabupaten Beltim Jimmy Tjong, menyampaikan optimisme dan harapannya menyambut Tahun Kuda Api-Istimewa-
MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM - Perayaan Imlek 2577 Kongzili di Tahun Kuda Api 2026 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Nuansa merah dan gemerlap lampion menghiasi sejumlah titik kota Manggar, menambah semarak suasana perayaan yang juga dihadiri warga lintas agama.
Tahun Baru Imlek kali ini tak sekadar menjadi momentum pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, tetapi juga simbol harapan baru bagi masyarakat Beltim
Kebersamaan dan toleransi tampak kental dalam setiap rangkaian kegiatan Imlek menandai Tahun Kuda Api, Selasa 17 Februari 2026.
BACA JUGA:Jonathan Ajak Masyarakat Maknai Imlek 2577 Kongzili sebagai Momentum Perkuat Persatuan di Belitung
Harapan Baik di Tahun Kuda Api 2026
Tokoh Tionghoa Kabupaten Beltim Jimmy Tjong, menyampaikan optimisme dan harapannya menyambut Tahun Kuda Api.
Berdasarkan perhitungan pengsuit atau feng shui Tionghoa, tahun Kuda dinilai sebagai tahun yang penuh energi, semangat, dan peluang kemajuan.
“Kalau menurut Feng sui, mudah-mudahan tahun Kuda ini bisa baik untuk semuanya. Bukan cuma Belitung Timur, tapi Indonesia juga semoga lebih baik. Kita harap ekonomi kembali berjalan baik, daerah semakin maju, dan masyarakat Beltim lebih sejahtera di tahun ini,” ujarnya.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Beltim itu berharap momentum Imlek 2577 Kongzili dapat menjadi titik kebangkitan, khususnya di sektor ekonomi daerah.
BACA JUGA:Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg Hadapi Imlek dan Ramadhan
Semangat Kuda Api yang identik dengan kerja keras dan daya juang tinggi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat serta memperkuat stabilitas sosial.
Perayaan Imlek tahun ini dinilai lebih meriah dibanding beberapa tahun terakhir. Pemasangan lampion di berbagai sudut kota menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperindah wajah Belitung Timur.
Menurut Jimmy, kehadiran ornamen khas Imlek tersebut bukan hanya mempercantik suasana, tetapi juga menjadi simbol kuat toleransi dan harmoni antarumat beragama di daerah itu.