Wabup Beltim Hadiri Penanaman Rehabilitasi Lahan Kritis Program SOLUSI di Tebat Rasau
Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar menanam rempah jenis pasak bumi di Geosite Tebat Rasau, Desa Lintang, Kamis (29/1/2026)-Muchlis Ilham/BE-
GANTUNG, BELITONGEKSPRES.COM – Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar, menghadiri kegiatan penanaman rehabilitasi lahan kritis yang digagas melalui Program SOLUSI oleh Yayasan Tarsius Center Indonesia (YTCI) di Geosite Tebat Rasau, Desa Lintang, Kamis (29/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Khairil Anwar menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian komunitas Tarsius Center Indonesia yang secara konsisten mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya pada kawasan lahan kritis di Belitung Timur.
“Acara hari ini sangat luar biasa. Ini merupakan bentuk kepedulian komunitas Tarsius Center Indonesia terhadap lahan-lahan kritis melalui Program SOLUSI, dan ini sangat baik,” ujar Khairil.
Ia menegaskan, kegiatan penanaman seperti ini perlu dijaga dan dikawal bersama agar memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Menurutnya, upaya rehabilitasi harus seimbang dengan perlindungan terhadap tanaman yang sudah ditanam.
BACA JUGA:Program SOLUSI Libatkan Pemda Beltim Rehabilitasi Lahan Kritis, Tanam 16 Jenis Rempah Lokal
“Kita sama-sama harus menjaga. Jangan sampai nanam 2.000, tapi yang ditebang 3.000. Artinya tidak berimbang,” tegasnya.
Khairil juga menyoroti jenis tanaman yang ditanam pada kegiatan tersebut, yakni rempah dan tanaman obat-obatan lokal. Ia berharap ke depan tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan memberi manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomi.
“Secara kebetulan yang kita tanam hari ini adalah rempah tanaman obat-obatan lokal. Ini perlu kita lihat ke depan, apakah tanaman yang kita tanam bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, lanjut Khairil, sangat mengapresiasi kolaborasi utuh yang dibangun oleh komunitas bersama berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama pada kawasan lahan kritis yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
BACA JUGA:Kejari Beltim Dorong Optimalisasi Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang, Jadi Gerbang Ekonomi
“Pemda sangat mengapresiasi kepedulian komunitas yang berkolaborasi secara utuh dalam rangka menjaga kelestarian Belitung Timur, khususnya lahan-lahan kritis,” ujarnya.
Ia berharap Program SOLUSI tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan dapat terus berlanjut setiap tahun. Menurutnya, lahan kritis di Beltim membutuhkan pengelolaan yang konsisten dan berkesinambungan agar benar-benar pulih dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
“Mudah-mudahan tidak hanya berhenti di sini, tapi bisa berlanjut setiap tahun, karena lahan-lahan kritis memang perlu dikelola dengan baik,” pungkasnya.***