Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Desa Lintang Jadi Kantong Biodiversitas, Konservasi Tarsius dan Lutung Putih

Penyerahan dokumen hasil kajian program SOLUSI Ruang Rapat BAPPERIDA Beltim, Jumat (23/1/2026)-Muchlis Ilham/BE-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM – Desa Lintang, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), diproyeksikan menjadi kantong biodiversitas melalui Program SOLUSI (Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia) yang diimplementasikan oleh Yayasan Tarsius Center Indonesia (YTCI).

Desa yang berada di kawasan Sungai Lenggang ini dinilai memiliki potensi ekologis yang kuat, khususnya sebagai habitat alami tarsius dan lutung putih, dua satwa yang menjadi perhatian dalam upaya konservasi berbasis desa.

Program Manager SOLUSI YTCI, Ade Afrilian Saputra, menyampaikan bahwa pengembangan Desa Lintang difokuskan pada penguatan keanekaragaman hayati (biodiversity) dengan pendekatan konservasi dan pelibatan masyarakat.

“Desa Lintang ini memang berada di kawasan dengan potensi biodiversitas yang sangat kuat. Saat ini kita sedang melakukan penanaman 16 jenis tanaman lokal untuk memperkuat ekosistem di sana,” ujar Ade usai penyerahan dokumen Program SOLUSI di Ruang Rapat BAPPERIDA Beltim, Jumat (23/1/2026).

BACA JUGA:Ada Batalyon, Desa Simpang Tiga Disiapkan Program Sampah

Kawasan Konservasi Tarsius dan Lutung Putih

Selain penanaman vegetasi lokal, Program SOLUSI juga mengembangkan kawasan konservasi tarsius dan lutung putih di Desa Lintang. Kedua satwa tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dilestarikan sekaligus menjadi ikon konservasi daerah.

Pengembangan kawasan konservasi ini didukung oleh kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal seperti Tebat Rasau dan Gubok Tuk Layang, yang selama ini aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan budaya.

Sentuh Aspek Budaya Lewat Sekolah Gubok Tuk Layang

Tidak hanya fokus pada lingkungan, Program SOLUSI di Desa Lintang juga menyentuh aspek pelestarian budaya lokal. YTCI bersama mitra desa berencana mengembangkan Sekolah Budaya Gubok Tuk Layang untuk mendukung aktivitas seni dan budaya masyarakat.

“Secara kegiatan mereka sudah berjalan, tapi fasilitas seperti peralatan kesenian masih terbatas. Itu yang kita coba dukung dari Program SOLUSI,” jelas Ade.

BACA JUGA:Desa Gantung Belitung Timur Bakal Ditanami 18.750 Mangrove Pada 2026

Masuk Tahap Implementasi Lapangan 2026

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tahun 2025 Program SOLUSI lebih banyak difokuskan pada penyusunan dokumen perencanaan dan pengelolaan desa.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan