Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Ada Batalyon, Desa Simpang Tiga Disiapkan Program Sampah

Kegiatam penyerahan dokumen hasil kajian Program SOLUSI di Ruang Rapat BAPPERIDA Beltim, Jumat (23/1/2026)-Muchlis Ilham/BE-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM – Kehadiran Batalyon dengan personel sekitar 1.000 orang di wilayah Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), mendorong perlunya penanganan serius terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah desa.

Merespons kondisi tersebut, Yayasan Tarsius Center Indonesia (YTCI) melalui Program SOLUSI (Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu di Indonesia) menyiapkan program pengelolaan sampah terpadu di Desa Simpang Tiga sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan tahun 2026.

Program Manager SOLUSI YTCI, Ade Afrilian Saputra, menyebutkan bahwa peningkatan aktivitas dan jumlah penduduk di Desa Simpang Tiga berpotensi memicu lonjakan volume sampah jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Dengan datangnya batalyon sekitar seribu orang, tentu aktivitas bertambah dan sampah juga akan menumpuk. Karena itu kita coba kolaborasi untuk menyiapkan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujar Ade usai penyerahan dokumen hasil kajian Program SOLUSI di Ruang Rapat BAPPERIDA Beltim, Jumat (23/1/2026).

BACA JUGA:Desa Gantung Belitung Timur Bakal Ditanami 18.750 Mangrove Pada 2026

Terintegrasi dengan Pengembangan Ekowisata Desa

Selain pengelolaan sampah, Program SOLUSI di Desa Simpang Tiga juga terintegrasi dengan pengembangan ekowisata desa.

Pendekatan ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi dan aktivitas wisata berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

YTCI menggandeng berbagai pihak, termasuk Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM), untuk memperkuat fasilitas pendukung ekowisata.

Salah satunya bersama HKM Gurok Meranti melalui pembangunan Menara Pantau yang memanfaatkan potensi burung Rangkong, satwa langka yang jarang ditemui di Belitung Timur.

Masuk Tahap Implementasi Program SOLUSI 2026

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tahun 2025 Program SOLUSI lebih difokuskan pada penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan desa.

Sementara itu, 2026 menjadi fase penting untuk implementasi langsung di lapangan, termasuk penguatan sistem pengelolaan sampah di Desa Simpang Tiga.

Program SOLUSI sendiri merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman, yang bertujuan meningkatkan ketahanan ekosistem sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat berbasis lingkungan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan