Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

2 Siswa SMAN 1 Manggar Juara 3 Lomba Esai Ilmiah Nasional IUF IMP UNDIP 2026

Dua siswa terbaik SMAN 1 Manggar, Ferdinand Mirzan dan Adzra Nayla Afifah, berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Ilmiah Nasional IUF IMP UNDIP 2026-Istimewa-

MANGGAR, BELITONGEKSPRES.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar dari SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dua siswa terbaik SMAN 1 Manggar, Ferdinand Mirzan dan Adzra Nayla Afifah, berhasil meraih Juara 3 Lomba Esai Ilmiah Nasional IUF IMP UNDIP 2026.

kompetisi esai tingkat SMA/SMK sederajat diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Pemalang (IMP) Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dalam rangkaian kegiatan IMP UNDIP FAIR 2026.

Lomba Esai IUF IMP UNDIP 2026 mengusung tema besar “Generasi Muda Berkarya: Mewujudkan Indonesia Emas melalui Asta Cita”, dengan enam subtema utama, yakni Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Pangan, Ekonomi Kreatif, serta Sosial Budaya.

BACA JUGA:SMAN 1 Manggar Borong Prestasi EMJIADI CUP 2025, Raih Juara 1 hingga Supporter Terbaik

Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 250 peserta dari seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu ajang esai ilmiah pelajar yang kompetitif dan bergengsi.

Rangkaian lomba dimulai dari pendaftaran dan pengumpulan karya pada November–Desember 2025, dilanjutkan proses penjurian pada Desember 2025, serta pengumuman finalis pada akhir Desember 2025.

Puncak kegiatan berupa presentasi finalis dan awarding dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, di Universitas Diponegoro, Semarang.

Dalam ajang tersebut, Ferdinand dan Adzra memilih subtema Kesehatan dengan mengangkat judul esai “ONERA: Inovasi Susu Kedelai Fortifikasi Daun Pegagan dan Bunga Telang untuk Mencegah Osteopenia Akibat Gaya Hidup Sedentari.”

BACA JUGA:BPBD Beltim Terima Bantuan Oxygen Concentrator Portabel untuk Penanganan Darurat Bencana

Karya ini menyoroti permasalahan kesehatan tulang yang mulai mengancam generasi muda akibat pola hidup sedentari, sekaligus menawarkan solusi inovatif berbasis pangan fungsional lokal yang mudah diakses dan bernilai preventif.

Esai mereka dinilai unggul karena mampu menggabungkan kajian ilmiah, relevansi isu kesehatan remaja, pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, serta penyajian solusi yang aplikatif.

Keunggulan tersebut semakin terlihat saat sesi presentasi final, di mana Ferdinand dan Adzra tampil percaya diri, argumentatif, dan mampu menjawab pertanyaan juri secara sistematis hingga akhirnya memastikan posisi Juara 3 nasional.

Ferdinand Mirzan mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Kami tidak menyangka bisa bersaing hingga tingkat nasional dan meraih juara. Ini menjadi bukti bahwa ide sederhana, jika dikaji secara ilmiah dan disampaikan dengan baik, bisa memberikan dampak besar,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan