DLH Belitung Imbau Warga Aktif Kelola Sampah, Cegah Banjir di Musim Hujan
Pemantauan lapangan lokasi rawan sumbatan sampah oleh Timsus Belitung Lestari, Senin (06/04/2026)-(Ist)-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan asri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung mengimbau seluruh perangkat kelurahan dan desa untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Imbauan ini semakin penting mengingat Kabupaten Belitung tengah memasuki musim hujan.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir jika sampah masih dibuang sembarangan, terutama ke aliran sungai dan saluran drainase.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (LB3) DLH Kabupaten Belitung, Johandi Agus Saputra, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
BACA JUGA:Bank Sampah Akar Berebat, Solusi DLH Belitung Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
“Pengelolaan sampah tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh DLH saja. Perlu keterlibatan, kolaborasi, dan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat,” kata Johandi Agus Saputra.
DLH mendorong sejumlah langkah strategis yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri, di antaranya gerakan pilah sampah dari tingkat rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.
Selain itu, optimalisasi bank sampah di tingkat kelurahan dan desa juga dinilai penting sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Tak hanya itu, masyarakat juga diajak membuat lubang resapan biopori di lingkungan permukiman guna mencegah genangan air sekaligus menjaga cadangan air tanah.
BACA JUGA:Pemkab Belitung Terapkan WFH Tiap Jumat, Mulai Berlaku 10 April 2026
DLH juga menggalakkan kembali kegiatan kerja bakti melalui program Jumat Bersih atau Minggu Bersih, dengan fokus pada pembersihan saluran drainase dan selokan agar tidak tersumbat.
Di sisi lain, pengawasan terhadap kebersihan fasilitas umum juga perlu ditingkatkan. Kawasan seperti taman desa, balai warga, dan lapangan diharapkan dapat ditetapkan sebagai kawasan bebas sampah.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang limbah rumah tangga maupun usaha kecil langsung ke sungai tanpa pengolahan sederhana.
“Nah ini yang kita imbau agar tidak membuang sampah ke aliran sungai, karena bisa menyumbat aliran sungai ketika hujan deras,” kata Johandi.