Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Polemik MoU Sawit 200 Hektare Selat Nasik, Obri Tegaskan Kritik Murni Soal Kebijakan

Tokoh Pemuda Pulau Mendanau, Obri-Istimewa-

SELAT NASIK, BELITONGEKSPRES.COM – Polemik kebun sawit 200 hektare di Selat Nasik, Kabupaten Belitung terus bergulir setelah klarifikasi kepala desa terkait nota kesepahaman lahan milik warga.

Kini, tokoh pemuda Pulau Mendanau, Obri, menegaskan kritik yang ia sampaikan murni menyasar kebijakan publik di Desa Selat Nasik, bukan persoalan pribadi.

Obri menekankan bahwa sikapnya berkaitan dengan transparansi dan tata kelola rencana perkebunan sawit skala besar di wilayah Mendanau.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Belitong Ekspres, Sabtu 28 Februari 2026, ia membantah tudingan bahwa dirinya mencampuri hak warga atas kepemilikan lahan.

BACA JUGA:Polisi Ungkap Peran A dalam Penyelundupan Timah dari Beltim, Negara Rugi Puluhan Miliar

BACA JUGA:Bareskrim Polri Bongkar Pengolahan Timah Ilegal di Beltim, 4 Kali Selundupkan ke Malaysia

Ia menyatakan keputusan menjual atau tidak menjual lahan sepenuhnya merupakan hak masing-masing warga. Dirinya tidak pernah melarang atau mengintervensi pilihan tersebut.

Penegasan itu disampaikan setelah beredarnya pesan WhatsApp yang mengaitkan orang tuanya dengan perbedaan pandangan soal kebijakan tersebut. Obri kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Facebook pribadinya.

“Perbedaan pendapat soal kebijakan publik jangan dibawa ke ranah pribadi. Apalagi sampai menyangkut pautkan orang tua saya. Itu tidak masuk akal dan tidak bisa saya terima,” tegas Obri.

Ia memastikan orang tuanya tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak memiliki kaitan apa pun dengan sikap kritis yang ia sampaikan.

BACA JUGA:Dishub Belitung Maksimalkan Hotline PJU, Targetkan 95 Persen Lampu Menyala

BACA JUGA:Kades Selat Nasik Klarifikasi MoU Lahan Sawit 200 Hektare, Sebut Milik Pribadi Warga

Oleh sebab itu, tokoh pemuda Desa Selat Nasik tersebut meminta perdebatan difokuskan pada substansi kebijakan, bukan menyerang keluarga.

Menurut Obri, kritik terhadap kebijakan publik adalah bagian dari kehidupan demokrasi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan