Buaya Raksasa Masih Mengintai di Cerucuk, Penambang Timah Belitung Diminta Waspada
Warga saat mengevakuasi buaya pemangsa penambang timah di Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Belitung-Ist-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Tragedi maut yang menewaskan Rosmanto (42) di kawasan tambang Desa Cerucuk ternyata menyisakan ancaman yang jauh lebih mengerikan.
Seekor buaya raksasa dengan panjang diperkirakan lebih dari lima meter dilaporkan masih berkeliaran dan mengintai aktivitas warga di kawasan desa, Kecamatan Badau tersebut.
Peringatan keras ini ditujukan bagi para penambang timah di Kabupaten Belitung dan masyarakat yang sering beraktivitas di sekitar lokasi kolong eks tambang.
Meski buaya pemangsa korban sepanjang empat meter sudah mati, habitat tersebut masih dihuni penghuni lain yang jauh lebih buas.
BACA JUGA:Restorasi Tahura Gunung Lalang, TCI–KEHATI Tanam 2.500 Bibit di Lahan Kritis
Danru Damkar BPBD Kabupaten Belitung sekaligus Pengamat Buaya Riko Pribadi mengatakan, bahwa kondisi di lapangan masih masuk dalam zona merah.
Berdasarkan pengamatan visual dan laporan masyarakat, buaya raksasa tersebut memiliki sifat teritorial yang sangat kuat.
“Benar, di lokasi itu masih ada buaya yang panjangnya lebih dari lima meter. Bahkan ukurannya bisa lebih besar dan perangainya jauh lebih buas,” tegas Riko kepada Belitong Ekspres, Rabu (11/2/2026).
Kawasan Desa Cerucuk memang dikenal sebagai habitat alami predator air tersebut karena didominasi aliran air dan kolong bekas tambang.
Lingkungan yang masih asri membuat wilayah ini menjadi titik rawan konflik antara manusia dan satwa liar.
BACA JUGA:TK Al-Baasith Tanjung Binga Kunjungi Museum dan Kebun Binatang, Belajar Secara Langsung
Aktivitas penambangan timah yang bersinggungan langsung dengan perairan menjadi faktor risiko utama terjadinya serangan.
Tanpa kewaspadaan tinggi, pertemuan antara manusia dan predator raksasa ini bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa sempat menghindar.
Riko mendesak masyarakat segera melakukan langkah antisipasi demi mencegah jatuhnya korban jiwa baru di kemudian hari.