Penambang Timah Belitung Tewas Diterkam Buaya, Dievakuasi Dini Hari di Cerucuk
Tim Damkar BPBD Belitung bersama sejumlah instansi saat mengevakuasi korban yang meninggal dunia diterkam buaya Cerucuk-Istimewa-
BADAU, BELITONGEKSPRES.COM – Seorang penambang timah ditemukan meninggal dunia usai diterkam buaya di lokasi tambang Dusun Mempiuk, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.
Korban bernama Rosmanto (42) ditemukan setelah proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama berjam-jam sejak Senin sore hingga Selasa dini hari.
Diketahui korban merupakan warga Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Belitung. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 15.35 WIB.
Saat kejadian, korban bersama anaknya mandi di bekas kolong tambang setelah melakukan aktivitas penambangan. Namun secara tiba-tiba, seekor buaya muncul dari dalam air dan menyerang korban.
BACA JUGA:Rumah Warga Air Merbau Tanjungpandan Ludes Terbakar, Damkar Belitung Terkendala Akses
Serangan mendadak predator air tawar tersebut membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri. Anak korban berhasil menjauh dari lokasi kejadian.
Jenazah korban baru berhasil dievakuasi pada Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 00.00 WIB. Korban kemudian langsung dibawa ke RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Korban selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, buaya jantan yang menerkam korban berhasil ditangkap warga. Penangkapan dilakukan setelah proses evakuasi selesai.
Komandan Regu Piket Damkar BPBD Kabupaten Belitung, Riko Pribadi, mengatakan pencarian berlangsung cukup lama. Berbagai kendala di lapangan memperlambat proses evakuasi.
BACA JUGA:Pemdes Tanjung Binga Gelar MTQ Tingkat Desa 2026, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini
“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah sakit. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius,” ujar Riko kepada Belitong Ekspres.
Kronologi Kejadian
Sebelum kejadian, korban bersama anaknya mandi di lokasi penambangan timah. Kegiatan tersebut dilakukan setelah selesai bekerja.