Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Cabut Izin Pangkalan Gas Nakal Belitung, Syamsir: LPG 3 Kg Harus Tepat Sasaran!

Dokumen Foto: Ratusan warga yang antre dalam kegiatan operasi pasar LPG 3 Kg di Lapangan Bola Kampung Parit Tanjungpandan, Belitung, Sabtu (20/9/2025)-Reza/BE-

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM - Kini tidak ada ruang bagi pangkalan gas di Kabupaten Belitung yang bermain-main dengan hak masyarakat kecil.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir secara tegas mengancam akan mencabut izin pangkalan elpiji subsidi 3 kilogram (kg) jika terbukti melakukan pelanggaran berat.

Pernyataan tegas ini keluar menyusul komitmen pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran energi subsidi berjalan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Belitung tidak ingin lagi melihat warga kesulitan mendapatkan gas akibat adanya praktik distribusi yang menyimpang.

BACA JUGA:Biang Kelangkaan LPG 3 Kg Terungkap! Polda Babel Bongkar Gudang Pengoplos

"Alhamdulillah, kami terus menjalin komunikasi intensif dengan Pertamina. Jika ditemukan kendala teknis dalam penyaluran, harus segera dilakukan kroscek di lapangan agar tidak menghambat hak masyarakat," ujar Syamsir kepada Belitong Ekspres, Sabtu (8/2/2026).

Langkah nyata pengawasan ini akan diperkuat dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) pembentukan Tim Monitoring.

Tim khusus ini akan menjadi ujung tombak pengawasan distribusi gas elpiji 3 Kg atau Melon di seluruh wilayah Kabupaten Belitung.

Instansi yang dilibatkan dalam tim ini bersifat lintas sektor guna mempersempit celah kecurangan. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, aparat Forkopimda, hingga tim internal dari pihak Pertamina.

BACA JUGA:Danantara Jadwalkan Groundbreaking Proyek DME Pengganti LPG Awal Februari 2026

Wabup Syamsir menekankan bahwa aturan mengenai penyaluran LPG 3 Kg subsidi sebenarnya sudah sangat jelas dan disosialisasikan hingga tingkat desa.

Namun, implementasi di lapangan masih memerlukan pengawasan ketat agar tidak ada oknum yang sengaja mencari keuntungan pribadi.

Pemerintah daerah juga akan menyisir data pengguna gas elpiji melon di Negeri Laskar Pelangi. Kelompok masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi diimbau secara moral untuk segera beralih ke gas non-subsidi.

"Masyarakat yang mampu sebaiknya menggunakan produk Bright Gas ukuran 5,5 kg atau 12 kg. Hal ini penting agar kuota gas subsidi benar-benar dinikmati oleh warga yang berhak menerima," tambah Syamsir.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan