Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

PMI Belitung Distribusikan 3.728 Kantong Darah Sepanjang 2025, Seluruh Permintaan Terpenuhi

Sekretaris PMI Belitung, Bustam--(Dok BE)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES. COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belitung mencatat pendistribusian darah sebanyak 3.728 kantong sepanjang tahun 2025. 

Secara umum, seluruh permintaan darah dari fasilitas kesehatan di Kabupaten Belitung berhasil terpenuhi.

Sekretaris PMI Kabupaten Belitung, Bustam, menyampaikan rasa syukur karena kebutuhan darah selama tahun 2025 dapat dilayani dengan baik meski sejumlah kendala tetap dihadapi.

“Alhamdulillah secara keseluruhan kebutuhan darah bisa terpenuhi semua pada tahun 2025,” kata Bustam.

BACA JUGA:Baznas Belitung–SMKN 2 Tanjungpandan Teken MoU Pelatihan SDM Mustahiq

Berdasarkan data PMI, golongan darah yang paling banyak didistribusikan adalah golongan O sebanyak 1.398 kantong, disusul golongan B 1.056 kantong, golongan A 935 kantong, dan yang paling sedikit golongan AB sebanyak 342 kantong darah.

Bustam menjelaskan, kendala ketersediaan stok darah masih terjadi dalam kondisi tertentu. Namun PMI memiliki strategi untuk mengantisipasi kekurangan, salah satunya melalui donor darah pengganti dari keluarga atau rekan pasien.

“Ketika stok kurang, kami mengantisipasi dengan donor pengganti, baik dari keluarga maupun rekan-rekan pasien,” ujarnya.

Dari sisi pendistribusian ke fasilitas kesehatan, RSUD Marsidi Judono menjadi penerima darah terbanyak dengan total 3.471 kantong darah. 

Selanjutnya RS Utama menerima 210 kantong, RS Almah 33 kantong, RS Bhakti Timah 1 kantong, sementara Klinik Raycare belum beroperasi sepanjang tahun 2025.

BACA JUGA:Razia Gabungan Polres Belitung dan BNN, Dua Pria Positif Sabu

Menurut Bustam, kebutuhan darah paling banyak digunakan untuk penyakit dalam, diikuti layanan kebidanan, bedah, anak, serta kebutuhan medis lainnya.

Ia juga mencatat bahwa jumlah distribusi darah pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai lebih dari 4.000 kantong. 

Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh mulai membaiknya pola hidup sehat masyarakat serta faktor lainnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan