Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Pengunjung Museum Tanjungpandan Capai 10.170 Orang Sepanjang 2025

Kepala UPT Museum Pemerintah Kabupaten Belitung, Revzan Maynovri--(Doddy BE)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES. COM — Jumlah pengunjung Museum Tanjungpandan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 10.170 orang, meskipun pelayanan museum sempat ditutup selama enam bulan akibat rehabilitasi bangunan.

Kepala UPT Museum Pemkab Belitung, Revzan Maynovri, mengatakan penutupan dilakukan untuk perbaikan atap bangunan museum. Museum kembali dibuka pada minggu kedua Oktober 2025.

“Selama 2025 kita memang tutup pelayanan sekitar enam bulan karena rehab bangunan. Museum baru kembali dibuka Oktober,” kata Revzan.

Menurutnya, lonjakan kunjungan terjadi pada masa libur Lebaran serta libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Sementara pada hari biasa, pemasukan dari tiket masuk dan parkir berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

BACA JUGA:Retribusi Fasilitas Olahraga Dispora Belitung Lampaui Target, Capai Rp228 Juta di 2025

“Kalau hari biasa itu pemasukan sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per bulan. Tapi saat Lebaran sangat mendongkrak jumlah kunjungan,” ujarnya.

Saat ini, harga tiket masuk Museum Tanjungpandan ditetapkan Rp3.000 pada hari biasa dan Rp5.000 pada periode Lebaran Idulfitri. 

Revzan menyebutkan, meski belum signifikan, terdapat sedikit peningkatan kunjungan saat libur sekolah dan libur Nataru 2026.

“Awal 2026 ini mulai terlihat peningkatan. Kami bersama Disdikbud terus menyiapkan program untuk mendorong kenaikan jumlah pengunjung,” bebernya.

Revzan mengakui, pascarehabilitasi atap gedung, belum terjadi perubahan besar terhadap daya tarik museum karena story line atau alur pameran belum mengalami pembaruan.

BACA JUGA:Jumlah Sampah ke TPA Gunung Sadai Turun di 2025, DLH Belitung Sebut Kabar Baik

Ia berharap pada 2026 akan ada peningkatan signifikan seiring rencana pengembangan story line.

“Ada wacana meminta bantuan dari Kementerian Kebudayaan. Kalau disetujui, nanti akan diverifikasi langsung ke lapangan. Kita masih menunggu dari pusat,” jelasnya.

Jika pembangunan story line direalisasikan, kata Revzan, museum tetap diarahkan untuk tetap beroperasi selama proses pembangunan, dengan memanfaatkan area halaman belakang dan koleksi satwa.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan