Pemain Ponton Timah di Sungai Pilang Tak Pernah Jera, Meski Baru Ditertibkan
Sejumlah pemain lama diduga kembali bergerak merakit ulang ponton timah untuk beroperasi di DAS Sungai Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan-Istimewa-
TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Aktivitas tambang timah ilegal menggunakan ponton di aliran Sungai Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, diduga kuat akan kembali beroperasi.
Meski sebelumnya telah ditertibkan oleh aparat gabungan Polres Belitung dan Satgas PKH Halilintar, para penambang timah liar terkesan nekat dan tak mengindahkan larangan.
Informasi yang diperoleh Belitong Ekspres menyebutkan, sejumlah pemain lama kini kembali bergerak dengan merakit ulang ponton timah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Pilang.
Aktivitas tersebut dilakukan pasca penertiban oleh Tim Gabungan (Timgab) Polres Belitung pada pertengahan Desember 2025 lalu.
BACA JUGA:Anggota DPRD Belitung Ivan Haidari tinjau kerusakan jalan Ahmad Dahlan
BACA JUGA:DLH Belitung Lampaui Target Retribusi Persampahan 2025, Realisasi Capai Rp 992,7 Juta
“Mereka sedang menyiapkan kembali ponton. Indikasinya, dalam waktu dekat akan mulai beroperasi,” ujar seorang sumber terpercaya kepada Belitong Ekspres, Kamis (8/1/2026).
Sumber itu menyebutkan, para pemain lama yang kembali muncul tersebut diduga berperan sebagai pemodal utama dalam praktik penambangan timah ilegal menggunakan ponton di Sungai Pilang.
Sebelum ditertibkan, sedikitnya belasan unit ponton timah ilegal diketahui beroperasi di sepanjang aliran Sungai Pilang hingga ke anak-anak sungai.
Aktivitas tambang ilegal itu bahkan berpotensi merusak jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) PLN yang merupakan objek vital nasional.
BACA JUGA:Kasus Mafia Tanah Mencuat di Air Ranggong Belitung, Hutan Produksi Diduga Diperjualbelikan
BACA JUGA:Kasus Narkoba di Belitung Naik 46,8 Persen, Polres Perketat Patroli 2026
Ironisnya, meski berstatus ilegal, aktivitas ponton timah jenis tower di kawasan tersebut terkesan berlangsung berulang dan tak pernah jera.
Para penambang diketahui kerap menghentikan operasi sementara saat muncul informasi razia, namun kembali beroperasi setelah situasi dianggap kondusif.