Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Buaya Kembali Teror Nelayan, Pemdes Tanjung Rusa Pasang Spanduk Himbauan

Spanduk himbauan hati-hati ada buaya yang dipasang Pemerintah Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Belitung-Ist-

MEMBALONG, BELITONGEKSPRES.COM – Kawasan buaya kembali meneror para nelayan di perairan laut Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Mengantisipasi korban serangan buaya, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Rusa memasang spanduk himbauan kewaspadaan di dermaga nelayan setempat, Senin (5/1/2026).

Pemasangan spanduk himbauan tersebut dilakukan menyusul kembali munculnya kawanan buaya yang meneror aktivitas nelayan Tanjung Rusa sejak akhir tahun 2025 lalu.

Kemunculan predator air tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, khususnya para nelayan yang setiap hari melaut dan beraktivitas di sekitar perairan tersebut.

BACA JUGA:Gubernur Babel Respon Tuntutan Penambang, Hidayat Akui Berada di Posisi Dilematis

BACA JUGA:Aliansi Penambang Babel Geruduk Kantor Gubernur, Sampaikan 2 Tuntutan Utama

Hingga saat ini, penyebab pasti kemunculan buaya-buaya tersebut belum dapat dipastikan. Namun, kuat dugaan hal itu dipicu oleh terganggunya habitat alami buaya, sehingga mereka berpindah ke wilayah yang lebih dekat dengan aktivitas manusia.

Kepala Desa Tanjung Rusa, Zuhaidi, mengatakan bahwa buaya masih kerap menampakkan diri saat nelayan hendak melaut.

Kondisi tersebut menimbulkan rasa takut, terutama bagi masyarakat nelayan yang belum mengetahui adanya ancaman buaya di perairan laut desa setempat.

“Kita sudah pasang papan himbauan agar masyarakat lebih waspada. Jangan sampai ada warga yang menjadi korban,” ujar Zuhaidi kepada Belitong Ekspres.

BACA JUGA:Nelayan Sungaliat Bangka Terjepit Aturan VMS Mahal, Terancam Melaut Ilegal

BACA JUGA:Ratusan Nelayan Sungailiat Demo PPN, Tolak PP 11 Tahun 2023 yang Dinilai Mencekik

Ia menambahkan, papan himbauan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan nelayan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan Tanjung Rusa.

Sementara itu, Pengamat Buaya sekaligus Danru Piket BPBD Kabupaten Belitung, Riko Pribadi, mengungkapkan ada dua faktor utama yang menyebabkan buaya keluar dari habitat aslinya. Yaitu kerusakan habitat dan kebutuhan mencari makan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan