Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Stok Beras Bulog Belitung Awal 2026 Aman, Cukup hingga Ramadhan

Stok Beras Bulog Belitung Awal 2026 Aman, Cukup hingga Ramadhan--(Antara)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.COM – Perum Bulog Cabang Belitung memastikan ketersediaan beras di awal tahun 2026 dalam kondisi aman. Stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Belitung tercatat mencapai 282,5 ton.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman, menyatakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Belitung dalam beberapa bulan ke depan.

“Untuk ketersediaan stok beras Perum Bulog Belitung di awal tahun 2026 mencapai 282,5 ton,” ujar Syahrianza Rahman, dikutip dari Antara.

Ia menegaskan, ketersediaan beras tersebut bahkan dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA:Duplik Kasus Penyelundupan Timah di Belitung, Tim Pengacara 14 Terdakwa Siapkan Perlawanan

BACA JUGA:Pastikan KBM Berjalan Optimal, Disdikbud Belitung Terjunkan Tim Pantau Hari Pertama Sekolah

“Kami pastikan stok beras tersebut cukup, bahkan hingga bulan suci Ramadhan mendatang,” kata Syahrianza Rahman.

Selain stok yang sudah tersedia di gudang, Bulog Belitung juga menyiapkan penambahan pasokan beras secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ketersediaan dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Syahrianza mengungkapkan, saat ini terdapat pasokan beras dalam perjalanan menuju Pulau Belitung. Jumlahnya mencapai 1.500 ton dan dijadwalkan masuk pada Januari 2026.

“Stok beras dalam perjalanan sebanyak 1.500 ton yang akan masuk di Januari untuk penambahan cadangan beras di Pulau Belitung,” jelasnya.

BACA JUGA:Cegah Stres Kerja, Yayasan Bina Insani Belitung Gelar Edukasi

BACA JUGA:Kunjungi PDAM Tirta Batu Mentas, Edi Nasapta Dorong Jadi Perusahaan Daerah Mandiri

Ia menambahkan, Bulog Belitung akan terus menyesuaikan penambahan stok beras dengan permintaan dan kebutuhan masyarakat. Pemantauan rutin dilakukan guna memastikan pasokan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar.

Terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Syahrianza menyampaikan penyalurannya saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan