Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Waspada Cuaca Ekstrem, HNSI Belitung Imbau Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan Saat Melaut

Perahu nelayan di kawasan PPN Tanjungpandan, Belitung--(Antara)

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSRES.COM – Peringatan serius kembali disampaikan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung seiring meningkatnya potensi cuaca ekstrem di perairan setempat.

Memasuki fase musim barat akhir tahun 2025, angin kencang dan gelombang tinggi diprediksi semakin sering terjadi, sehingga keselamatan nelayan menjadi prioritas utama.

Wakil Ketua HNSI Kabupaten Belitung menegaskan imbauan tersebut sebagai langkah antisipasi agar seluruh nelayan lebih berhati-hati saat akan turun melaut.

“Kami mengimbau nelayan di Kabupaten Belitung untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem atau cuaca buruk saat turun melaut,” ujarnya, dilansir dari Antara, Sabtu (29/11/2025).

BACA JUGA:IKM Babel dan IKMB Jakarta Gelar Baksos Berbagi di Tanjung Binga, Rayakan HUT Babel Bersama Masyarakat

Ia menjelaskan bahwa memasuki Desember, kondisi angin barat biasanya membawa gelombang tinggi yang berisiko mengancam keselamatan pelaut tradisional maupun kapal kecil. Karena itu, kewaspadaan dan penyesuaian aktivitas menjadi hal yang penting.

“Sudah memasuki fase musim barat, terutama di Desember nanti. Jadi kami meminta agar nelayan benar-benar waspada terhadap cuaca buruk saat turun melaut,” kata Jasman.

HNSI mengajak nelayan agar selalu memperbarui informasi kondisi cuaca sebelum berangkat. Pemantauan rutin, kata dia, dapat membantu nelayan menentukan waktu melaut yang lebih aman.

“Jika cuaca dinilai buruk, kami imbau nelayan tidak memaksakan diri. Kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemkab Belitung Buka Seleksi Terbuka, Simak Jabatan Apa Saja & Tahapannya

Selain memerhatikan prakiraan cuaca, nelayan juga disarankan untuk memastikan seluruh peralatan keselamatan di kapal berfungsi dengan baik. Pelampung (life jacket), perangkat radio telekomunikasi, serta perlengkapan darurat lainnya harus selalu tersedia dan siap digunakan.

“Peralatan ini sangat penting dalam kondisi darurat. Nelayan harus memastikan semuanya lengkap dan bekerja dengan baik,” tegas Jasman.

Ia juga mengingatkan, jika nelayan terjebak cuaca buruk saat berada di tengah laut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari lokasi teduh atau tempat berlindung yang aman.

Setelah itu, nelayan diminta segera melaporkan kondisi melalui saluran radio telekomunikasi agar posisi mereka dapat dipantau.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan