Polda Babel Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan 3 Wartawan Saat Liputan
Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso-Ist-
Peristiwa bermula ketika para wartawan menerima informasi mengenai dugaan anggota Satgas yang dikepung massa di sekitar lokasi gudang PT PMM.
Untuk memverifikasi informasi tersebut, mereka kemudian mendatangi lokasi.
“Saya datang bersama Dana (Frendy Primadana). Kami bertemu Dedy di pinggir Jalan Lintas Timur, kemudian bersama-sama menuju lokasi,” ujar Wahyu.
Sesampainya di lokasi, mereka mencoba menanyakan situasi kepada dua petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk gudang.
BACA JUGA:Warga Belitung Terima Paket Sembako dari Gubernur Babel
BACA JUGA:Anak Bawah Umur Dianiaya Pakai Sabit, 3 ABH Jadi Tersangka
Menurut Wahyu, kedua satpam sempat menyampaikan memang terjadi keributan. Namun keributan itu disebut terjadi di depan kantor PT PMM, bukan di dalam area gudang.
Ketegangan bermula saat wartawan mengambil foto. Situasi mulai memanas ketika sebuah truk hendak memasuki area gudang.
Dedy Wahyudi kemudian mengambil gambar kendaraan tersebut untuk keperluan liputan.
Namun sopir truk diduga tidak menyukai tindakan tersebut. Sopir turun dari kendaraan dan meminta Dedy menghapus foto yang telah diambil.
“Setelah foto dihapus, truk itu kemudian masuk ke dalam gudang PT PMM,” kata Wahyu.
BACA JUGA:Ketua PWI Babel Apresiasi Gerak Cepat Kapolda Usut Kasus Pengeroyokan Wartawan di Beltim
BACA JUGA:Kapolda Babel Respon Cepat Kasus Pengeroyokan Wartawan di Beltim, Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil minibus Toyota berwarna silver datang ke lokasi.
Dua satpam yang sebelumnya berbincang dengan wartawan langsung menghampiri mobil tersebut.