Para Kolektor Timah Babel Diburu Saat Harga Melonjak, Apakah Tetian Ikut Disasar?
Tetian Wahyudi, Direktur CV Salsabila Utama buronan kasus korupsi timah-Babel Pos-
BELITONGEKSPRES.COM - Harga timah dunia merangkak naik dalam beberapa bulan terakhir. Namun lonjakan itu tak otomatis mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Di lapangan, para penambang kecil (penambanf rakyat) justru gelisah. Rantai distribusi berubah dan para kolektor timah pun diburu. Ditambah lagi, penampung makin sedikit.
Situasinya terasa ganjil. Ketika harga tinggi, semestinya geliat ekonomi ikut terdorong. Tapi yang terjadi justru pengetatan.
Sejumlah kolektor dan pemilik smelter diperiksa. Aset disegel, dan nama-nama besar kembali disebut.
BACA JUGA:Sidang Perdana Tambang Timah Ilegal Beltim, 3 Tersangka Ajukan Plea Bargain
BACA JUGA:Kasus Penyelundupan Timah Belitung, Dugaan Ada Oknum TNI AL Masih Didalami
Penyegelan dan Perburuan Kolektor
Dalam pengembangan perkara tindak pidana korupsi tata niaga timah 2015–2022, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah aset yang diduga terkait hasil bisnis timah ilegal.
Salah satu yang sempat menjadi sorotan adalah rumah dan gudang milik Agat, kolektor timah asal Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar).
Penyegelan itu memantik spekulasi luas di tingkat lokal. Tak hanya Agat. Beberapa nama lain juga dikabarkan ikut diperiksa, termasuk figur-figur yang selama ini dikenal sebagai pemain di sektor kolektor dan smelter.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa penyidikan terhadap kalangan kolektor merupakan kelanjutan dari perkara tata niaga timah jilid pertama yang telah berkekuatan hukum tetap.
BACA JUGA:Polisi Ungkap Peran A dalam Penyelundupan Timah dari Beltim, Negara Rugi Puluhan Miliar
BACA JUGA:Bareskrim Polri Bongkar Pengolahan Timah Ilegal di Beltim, 4 Kali Selundupkan ke Malaysia
Namun hingga kini, publik belum memperoleh kejelasan menyeluruh terkait status hukum sebagian nama yang sempat mencuat. Apakah telah naik ke tahap tersangka? Ataukah masih sebatas saksi?