Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Kasus Korupsi BBM Nelayan Bangka, Kejari Bidik SPBU dan Tersangka Baru

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, Herya Sakti Saad (tengah)-Babel Pos-

SUNGAILIAT, BELITONGEKSPRES.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan BBM subsidi nelayan periode 2023–2025 dengan membidik pihak SPBU. 

Meski dua tersangka telah ditahan, penyidik menegaskan masih membuka peluang penetapan tersangka baru jika ditemukan alat bukti yang cukup.

Saat ini dua tersangka utama, LAK yang merupakan oknum ASN dan F dari pihak swasta, masih ditahan di Lapas Kelas II B Sungailiat.

Masa penahanan keduanya telah diperpanjang sambil menunggu penyidik merampungkan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap persidangan.

BACA JUGA:Advokat Cantik Pangkalpinang Polisikan Suami ke Polda Babel, Diduga Selingkuh dan KDRT

BACA JUGA:Kasus Korupsi BWS Babel: Pengembalian Uang Nyaris Pulih, Bagaimana Vonisnya?

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, Herya Sakti Saad, mengatakan penyidikan tidak berhenti pada dua tersangka tersebut.

Pihaknya kini mendalami kemungkinan keterlibatan pihak penyalur BBM, termasuk SPBU yang diduga menjadi bagian dari rantai distribusi.

“Semuanya itu tidak terlepas; ada pegawai negeri, ada swastanya, ada juga dari pihak SPBU-nya. Kita lagi cari alat buktinya sejauh mana,” ujar Herya Sakti Saad kepada Babel Pos (Grup Belitong Ekspres), Jumat (27/2/2026).

Ia menegaskan bahwa peluang munculnya tersangka baru sangat terbuka. Namun penetapan tetap harus didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum acara pidana.

BACA JUGA:Tragedi 7 Nyawa Tambang Pondi, PH Polisi Fa Bantah Tuduhan Kepemilikan Excavator

BACA JUGA:Kasus Korupsi BWS Babel, Terdakwa Sudah Kembalikan Total Rp8,6 Miliar

“Kalau dua alat buktinya ada, pasti ditetapkan. Tinggal lihat hasil pengembangan penyidikan dari penyidik,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan, Kejari Bangka telah memeriksa sekitar 25 orang saksi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan