Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

NasDem Babel 'Semprot' Kemensos Soal BPJS PBI, Menkes: RS Tolak Pasien Segera Lapor!

Wakil Ketua III DPRD Babel sekaligus Anggota Fraksi NasDem, Edi Nasapta-Dodi Pratama/BE-

PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.COM – Fraksi NasDem DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melayangkan protes keras terkait kebijakan penonaktifan massal jutaan peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI JK). 

Kebijakan pusat ini dinilai sangat berisiko merugikan masyarakat kecil di daerah, termasuk di Bangka Belitung, yang selama ini bergantung penuh pada bantuan tersebut.

Wakil Ketua III DPRD Babel sekaligus Anggota Fraksi NasDem, Edi Nasapta, menyayangkan langkah Kementerian Sosial (Kemensos) dan BPJS Kesehatan tersebut. 

Baginya, kepesertaan PBI merupakan harapan terakhir dan utama bagi masyarakat tidak mampu untuk bisa mengakses layanan kesehatan secara layak.

BACA JUGA:Menkes Minta Masyarakat Laporkan RS yang Tolak Pasien BPJS PBI

Edi menyoroti alasan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang mencoret peserta kategori Desil 6 hingga 10 karena dianggap mampu. 

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendataan tersebut seringkali tidak akurat dan berpotensi salah sasaran terhadap warga yang benar-benar miskin.

Ia meminta pemerintah memberikan kepastian nyata agar tidak ada warga miskin yang kehilangan hak konstitusionalnya hanya karena masalah administratif. 

"Negara memang menjamin masyarakat yang sakit tetap bisa akses layanan melalui reaktivasi, tapi bagaimana teknisnya di lapangan?" kritik Edi Nasapta dikutip dari Babel Pos, Rabu (11/2/2026).

Politisi asal daerah pemilihan Belitung ini menilai kondisi tersebut sangat membingungkan masyarakat.

BACA JUGA:Mensos Tegaskan RS Tidak Boleh Tolak Pasien BPJS PBI, Termasuk Pasien Cuci Darah

Menurutnya, jangan sampai pemerintah membuat kebijakan yang tidak jelas dan justru mempersulit rakyat yang sedang tertimpa musibah sakit.

Edi mendorong agar kebijakan krusial ini didahului dengan sosialisasi yang masif kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ia sangat mengkhawatirkan kondisi di mana warga baru mengetahui kartu mereka tidak aktif saat sudah berada di fasilitas kesehatan dalam keadaan darurat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan