Anggaran Terbatas, Babel Andalkan Wisata Terpadu Dongkrak Kunjungan 2026
Aktivitas island hopping seperti ke Pulau Batu Berlayar yang wajib dicoba saat liburan ke Belitung--(Foto: Belitung Wonderful)
PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.COM – Keterbatasan anggaran tahun 2026 tidak membuat sektor pariwisata Bangka Belitung (Babel), Negeri Serumpun Sebalai kehilangan arah.
Untuk menjaga minat wisatawan tetap tumbuh, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel kini mengandalkan integrasi wisata alam dan wahana buatan sebagai strategi utama tahun ini.
Langkah tersebut ditempuh agar destinasi Bangka Belitung tetap kompetitif sekaligus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah tantangan fiskal daerah.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Babel, Widya Kemala Sari, kolaborasi antar destinasi jadi kunci percepatan pengembangan.
“Kita harus mengombinasikan destinasi wisata ini untuk mempercepat pengembangan pariwisata daerah,” kata Widya usai audiensi pengembangan wahana wisata, Senin (9/2/2026).
BACA JUGA:Ketua DPRD Vina, Harapkan 2026 Jadi Tahun Kebangkitan Total Pariwisata
Sinergi Daerah dan Pelaku Usaha
Widya menjelaskan, audiensi tersebut mempertemukan pelaku usaha pariwisata dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Bangka Belitung.
Forum ini bertujuan menyatukan konsep pengembangan destinasi agar lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tanpa kolaborasi lintas daerah di Negeri Serumpun Sebalai, potensi wisata sulit berkembang secara maksimal.
Wisata Buatan Lengkapi Dominasi Pantai
Selama ini, pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih didominasi objek wisata pantai dan pesisir.
Kehadiran destinasi buatan dinilai mampu memperkaya pengalaman wisatawan, terutama bagi keluarga dan wisatawan domestik.
BACA JUGA:Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Babel Naik 50,34 Persen, Pariwisata Kian Menggeliat