6 Hari Terkubur Tanah, Jasad Penambang Terakhir di Eks Pondi Berhasil Dievakuasi
6 Hari Terkubur Tanah, Jasad Penambang Terakhir di Eks Pondi, Pemali, Kabupaten Bangka, Berhasil Dievakuasi-Babel Pos-
PEMALI, BELITONGEKSPRES.COM - Teka-teki nasib penambang terakhir dalam tragedi maut di eks tambang Pondi, Pemali, Kabupaten Bangka akhirnya terjawab tuntas. Jasad korban ketujuh berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada Sabtu (7/2/2026) siang.
Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian besar-besaran yang telah berlangsung selama enam hari terakhir. Korban diidentifikasi sebagai Soleh Hidayat (32), penambang asal Banten yang tertimbun di kedalaman material tambang.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.33 WIB. Posisinya berada tidak jauh dari titik awal terjadinya gundukan tanah yang longsor tersebut.
Tim gabungan dari Basarnas, Polri, TNI, hingga relawan Laskar Sekaban langsung melakukan evakuasi dengan penuh kehati-hatian. Jenazah korban kemudian dilarikan ke RSUD Sungailiat untuk menjalani prosedur medis.
BACA JUGA:Tragedi maut di IUP PT Timah: Cukupkah Hanya 3 Cukong? Jejak 'Pembiaran' Jadi Tanya Besar
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi keberhasilan evakuasi tersebut kepada awak media. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang sengaja datang jauh-jauh dari Banten.
"Alhamdulillah, siang hari ini jasad penambang terakhir atau korban ketujuh yang tertimbun longsor berhasil kita temukan," ujar Mikel seperti dilansir dari Babel Pos (Grup Belitong Ekspres).
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya jasad Soleh, seluruh daftar korban hilang dalam insiden berdarah ini telah lengkap ditemukan. Mikel secara resmi menyatakan bahwa misi kemanusiaan di lokasi tersebut telah berakhir.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja tanpa henti di bawah ancaman longsor susulan. Sinergi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan evakuasi di medan yang sangat berat ini.
BACA JUGA:3 Bos Timah Resmi Ditahan Polda Babel! Buntut Tragedi Tambang Telan 7 Nyawa
"Terima kasih kepada segenap unsur yang telah bahu-membahu selama enam hari ini. Operasi SAR di Tambang Pemali dinyatakan ditutup," tegas Mikel secara otoritatif.
Peristiwa memilukan ini sendiri bermula pada Senin (2/2/2026) sore saat gundukan tanah setinggi belasan meter tiba-tiba ambruk. Longsoran tersebut menghantam sepuluh pekerja yang sedang beraktivitas di lokasi tambang tersebut.
Dari sepuluh korban, sebanyak tujuh orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun material tanah yang sangat tebal. Sementara tiga rekan mereka lainnya berhasil selamat meski harus menjalani perawatan medis akibat luka-luka.