Update Tragedi Maut di IUP PT Timah: 6 Jenazah Penambang Ditemukan, Sisa 1 Korban
Tim SAR Gabungan dua ekskavator untuk mencari korban penambang yang tertimbun longsor di Kecamatan Pemali, Bangka-Ist/Babel Pos-
Tim SAR Gabungan menerapkan strategi kombinasi antara pengerahan dua unit ekskavator dan metode penyisiran secara manual.
Pengerahan alat berat bertujuan untuk membongkar tumpukan material tanah yang tebal agar proses pencarian lebih efektif.
BACA JUGA:Babel Status Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG: Monsun Asia Mengancam Hingga Februari 2026
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyatakan bahwa setiap titik pencarian ditentukan berdasarkan analisis teknis di lapangan.
Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan personel gabungan.
"Kita maksimalkan baik secara manual maupun menggunakan alat berat (Eskavator)untuk segera menemukan korban (satu penambang)," ujar Mikel dalam keterangan resminya kepada awak media.
Kondisi cuaca di lokasi yang terpantau cerah pada hari ini sangat mendukung kelancaran operasional alat berat.
Dukungan cuaca yang bersahabat diharapkan mampu memberikan hasil yang signifikan agar korban terakhir dapat segera dievakuasi.
BACA JUGA:Teka-teki Kasus Lubuk Besar: 64 Alat Berat Disita, Mengapa Ahok Cs Masih Berstatus Saksi?
Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menangani musibah yang merenggut nyawa para pekerja tambang ini.
Tim di lapangan tetap mengutamakan ketelitian tinggi guna memastikan tidak ada area yang terlewat dalam proses penyisiran manual.
Status Ilegal dan Sorotan Terhadap Pemilik Tambang
Tragedi maut yang menelan sepuluh orang pekerja ini kembali memicu perdebatan mengenai legalitas formal (izin resmi) aktivitas pertambangan di Bangka.
Dari sepuluh pekerja tambang timah tersebut, tiga orang dilaporkan selamat meskipun mengalami cedera yang cukup serius.
BACA JUGA:Perang Lawan Narkoba! Polda Babel Garuk 142 Tersangka Selama Januari 2026