Skandal Baru RSUP Babel: Ventilator Tak Sesuai Spek, Keluarga PPK Diduga Main Proyek
Ilustrasi: Aroma Amis Pengadaan Ventilator RSUP Air Anyir Babel, Fee Rp500 Juta Diduga Mengalir ke Pejabat-Ist-
PANGKALPINANG, BELITONGEKSPRES.COM – Skandal dugaan korupsi kembali mengguncang manajemen Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Air Anyir.
Aroma praktik kotor tindak pidana korupsi atau Tipikor tercium kuat dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) ventilator di rumah milik Pemprov Babel tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan aliran dana tak wajar (fee) dalam proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024/2025 tersebut. Nilai proyek pengadaan ini ditaksir mencapai angka di atas Rp5 miliar.
Sumber terpercaya menyebutkan adanya fee sekitar Rp500 juta yang berpindah tangan. Uang pelicin tersebut diduga mengalir dari pejabat berinisial A kepada seseorang berinisial I.
BACA JUGA:Polres Belitung Bekuk Residivis Curanmor, Pelaku Diamankan di Paal Satu
Spesifikasi Barang Tak Sesuai
Besarnya potongan dana di awal berdampak fatal pada kualitas alkes yang diadakan. Ventilator yang didatangkan disinyalir tidak memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan oleh rumah sakit.
Parahnya, ada dugaan pemaksaan dalam proses administrasi pembayaran. Pihak terkait tetap mencairkan anggaran meskipun barang yang datang ditolak oleh pengguna (user).
“Proyek pengadaan ventilator itu awalnya tidak bisa dicairkan. Karena ventilator yang dibeli tidak sesuai dengan permintaan dari dokter,” ujar sumber internal kepada Babel Pos (Grup Belitong Ekspres).
Sumber tersebut menegaskan bahwa pencairan dana akhirnya tetap dilakukan. “Kemudian dipaksa untuk dicairkan,” tambahnya.
BACA JUGA:Polda Babel Tahan Batara Harahap, 2 Laporan Lain Masih Diproses Polisi
Indikasi Nepotisme dan Jejak Kasus Lama
Dugaan penyimpangan ini kian kental dengan indikasi nepotisme dalam penunjukan penyedia barang. Sang pemborong disebut-sebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan hukum di fasilitas kesehatan pelat merah tersebut. Sebelumnya, RSUP Air Anyir tersandung kasus dugaan korupsi proyek MoT yang ditangani Polda Babel.