4 Pekerja Tambang Tewas Tertimbun Longsor di Bangka Barat
Pencarian korban tertimbun longsor di lokasi tambang Tempilang, Kabupaten Bangka Barat-Ist-
Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Fajar Riansyah, yang memimpin langsung tim evakuasi menuturkan pihaknya juga tengah mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa status legalitas tambang.
“Jika ada unsur pidana, akan kami tindak sesuai prosedur,” ujarnya.
Diketahui, lokasi tambang tersebut berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.
BACA JUGA:Tim SAR Babel Kerahkan 6 SRU untuk Cari ABK KM Osela Hilang di Perairan Gelasa
Adapun pemilik tambang bernama Latief (43), warga Desa Tempilang, telah teridentifikasi dan akan segera dimintai keterangan.
Kecelakaan Tambang di Laut Penganak
Selain di Tempilang, kecelakaan tambang juga terjadi di perairan Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga.
Seorang penambang bernama Wisidi (46), warga Bengkulu, ditemukan meninggal dunia setelah hilang terseret arus laut sejak Senin (18/8/2025).
Pencarian intensif yang dilakukan tim gabungan membuahkan hasil pada Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban pertama kali ditemukan tim SAR di sekitar lokasi tambang terakhir kali terlihat, sebelum kemudian dievakuasi ke RS Bakti Timah Parittiga.
BACA JUGA:9 Langkah Strategis Pemprov Babel untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi Daerah 4 %
PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, mengatakan penemuan ini merupakan hasil kerja cepat dan kolaborasi berbagai unsur.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Keberhasilan pencarian ini adalah bukti sinergi tim dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Imbauan Keselamatan
Kapolres Bangka Barat menegaskan pihaknya akan mengawal investigasi dua kasus kecelakaan tambang ini secara profesional dan transparan.