Diduga Korban Bullying, Polres Basel Otopsi Jenazah Siswa SD Toboali
Persiapan otopsi jenazah siswa SD Negeri 22 Toboali Kabupaten Basel yang diduga korban bullying--(Ilham/Babel Pos)
Informasi tersebut pun memicu keprihatinan masyarakat Bangka Selatan. Banyak warga yang menyuarakan keadilan dan mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus ini.
Korban sendiri sempat menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Junjung Besaoh Kabupaten Basel sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam konferensi pers yang digelar di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Kepala Sekolah SD Negeri 22 Toboali, Cholid, mengakui bahwa memang terjadi perundungan terhadap korban. Namun, ia menyatakan bahwa tindakan tersebut bersifat verbal dan tidak melibatkan kekerasan fisik.
BACA JUGA:Perkuat Pangan Lokal, Babel Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Inovasi UMKM & Ibu Rumah Tangga
BACA JUGA:Guru TK Kuras Rekening Kenalannya Rp18 Juta, Gegara Terlilit Utang Belanja Online
"Perundungan itu memang benar terjadi, namun sebatas olok-olok secara verbal, tidak sampai pada tindakan fisik,” ujar Cholid, Senin (28/7/2025).
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa semua keterangan tersebut masih akan diuji melalui proses penyelidikan, termasuk hasil dari otopsi yang dilakukan hari ini.
"Kami masih mendalami semua informasi yang telah dikumpulkan. Nantinya akan kami sampaikan hasil penyelidikan secara resmi," kata Iptu Guntur.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak, khususnya institusi pendidikan dan orang tua, untuk lebih serius dalam menangani isu perundungan di lingkungan sekolah agar tidak kembali memakan korban.***