Fakta Baru Kasus Oknum Ustadz Pimpinan Ponpes Cabuli Para Santrinya Terungkap!
Oknum ustadz M (40), yang diduga mencabuli para santri saat digiring anggota Polres Basel ke sel tahanan-Ist-
BACA JUGA:Miris! Pegawai BUMN Bobol SD, Laptop hingga Pompa Air Raib
Meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan untuk melaporkan tetap diambil bersama. Sebab, para korban adalah anak-anak didik mereka sendiri—santri laki-laki yang selama ini berada dalam pengawasan dan bimbingan mereka.
Dengan alasan itulah, mereka tetap bersikeras agar kasus ini diusut tuntas oleh pihak berwenang. Tak hanya itu, Agung juga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika intimidasi terus berlanjut.
Semua ini mereka lakukan demi kebenaran dan keadilan, baik bagi para korban maupun ustadz dan ustadzah lain di pondok pesantren tersebut.
"Semuanya kami serahkankepada pihak kepolisian. Dan rencananya pengurus Ponpes bersama para orang tua akan melakukan musyawarah terkait keberlangsungan Ponpes ini," tandas Agung.
BACA JUGA:Terbongkar, Oknum Ustadz Diduga Cabuli Belasan Santri Pondok Pesantren
Modus Pelaku Menjalankan Aksinya
Diberitakan sebelumnya, odus oknum ustadz di salah satu pondok pesantren (Ponpes) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang diduga mencabuli para santri akhirnya terungkap.
Dalam konferensi, Selasa (27/5/2025), Polres Basel mengungkap modus pelaku dalam menjalankan aksi bejat terhadap para santri di Pondok Pesantaren kawasan Kecamatan Payung.
Kapolres Basel AKBP Agus Arif Wijayanto didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Raja Taufik Ikrar Bintuni dan Kasi Humas Iptu Guntur Jaya Budi menjelaskan, kronologis kasus pencabulan tersebut
Pelaku oknum ustadz M (40) telah mengakui perbuatan pelecehan terhadap lebih dari satu korban yang semuanya masih di bawah umur. Aksi cabul ini sudah terjadi sejak awal tahun 2024 lalu.
BACA JUGA:Utang Pinjol Bikin Gelap Mata! Pria Ini Nekat Jadi Jambret
"Unit PPA Sat Reskrim sudah berhasil mengungkap kronologis kasus pelecehan seksual terhadap anak, yang mana korban semuanya di bawah umur," ungkap Kopolres Basel, dilansir dari Babel Pos.
Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini, sehingga jumlah pasti korban dari kalangan santri belum bisa diungkapkan. Namun, dipastikan lebih dari satu anak menjadi korban dalam kasus tersebut.
Dalam menjalankan aksinya, oknum ustadz yang juga menjabat sebagai pimpinan Ponpes itu diduga menggunakan berbagai cara untuk membujuk para korban.