Tetangga N

Minggu 28 Jan 2024 - 21:57 WIB
Reporter : Dahlan Iskan

Dalam tempo tidak sampai lima jam sejak koran Jawa Pos beredar, gelombang demonstrasi sudah begitu besarnya. Konon karena berbarengan dengan banyaknya acara pengajian.

Meski tetap tidak kenal Yoseb, saya turuti permintaan Satpam. Segera saya starter sepeda motor untuk menjemput JOS di rumahnya, di kawasan Banyu Urip, Surabaya Barat.

Baru sampai pagar depan kantor, perjalanan saya terhenti. Demonstran mengira sayalah JOS yang menyamar hendak melarikan diri. Untung polisi bisa meredam emosi mereka.

Menjelang tengah hari, saya dan Yoseb sampai di kantor Jawa Pos lagi. Dalam tempo tiga jam, jumlah massa sudah semakin banyak. Kali ini sudah ada yang membentangkan spanduk: "Tutup Jawa Pos!" 

BACA JUGA:Emas Budi

Beberapa menit kemudian, Dahlan Iskan datang. Beberapa perwakilan demonstran diundang masuk ke kantor pusat. Jawa Pos diwakili Dahlan dan Yoseb. 

Saya diberi tugas meliput demonstrasi itu. Yakni untuk menulis hak jawab para demonstran. Satpam diperintahkan memborong sebanyak mungkin nasi bungkus dari warung di sepanjang Jl Karah Agung untuk ribuan orang yang berdemo di depan kantor.

Menjelang Asar, tercapailah perdamaian. Saya kebagian tugas menuliskan beritanya dari dua sisi: Suara demonstran dan Yoseb.

Kamis tadi malam, di lini masa WhatsApp group pensiunan "Jawa Pos" Cowas, muncul permintaan doa untuk Yoseb yang dalam kondisi kritis di RS Islam, Surabaya. Pagi tadi muncul berita duka: Yoseb telah berpulang untuk selama-lamanya. 

Inalillahi waina ilaihi rojiun. Selamat jalan sobatku. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosamu dan melipatgandakan amal baikmu.

Meski saya hanya bekerja dua tahun di kantor Jawa Pos Surabaya, nama Yoseb tidak akan pernah hilang dari ingatan saya.

Selama saya masih bisa mengetik, selama itu pula saya akan teringat namanya: Karena tombol "N" dan "B" tetap bertetangga.

***

BACA JUGA:Rasional Khalwat

Yoseb belum pensiun ketika saya menjadi sesuatu di luar Jawa Pos. Hubungan saya dengan Yoseb pun terputus. Tapi saya tidak akan lupa: Yoseb adalah ''dokter bahasa'' angkatan pertama di Jawa Pos. 

Sebelum ada ''dokter bahasa'' tulisan di Jawa Pos penuh dengan kekacauan kaidah bahasa. Pengetahuan wartawan tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar ternyata sangat parah. Maka kami rekrut ahli bahasa. Lulusan Unesa. Sekaligus lima orang. 

Kategori :

Terkait

Rabu 27 Nov 2024 - 15:29 WIB

Mabuk Dhani

Selasa 26 Nov 2024 - 15:29 WIB

Doktor TK

Senin 25 Nov 2024 - 14:59 WIB

Mampir Guyon

Minggu 24 Nov 2024 - 15:38 WIB

Wanita Global

Sabtu 23 Nov 2024 - 14:00 WIB

Mau Berubah?