Pilkada Jabatan

Jumat 30 Aug 2024 - 14:16 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

BEGITU Anies Baswedan tidak jadi dimajukan sebagai calon gubernur Jakarta, suhu politik langsung reda. Persaingan di Jakarta menjadi relatif imbang.

Memang ada yang bilang PDI-Perjuangan sengaja pasang Pramono Anung-Rano Karno agar perjuangan Ridwan Kamil tidak berat. Sengaja atau dipaksa sengaja.

Atau, itu sebagai jalan tengah. Baik untuk internal partai maupun eksternal. Antara kutub Anies dan kutub Ahok. Mungkin juga jalan tengah antara kutub Megawati dan kutub Jokowi. Pramono bisa diterima semua kutub.

Pidato Pramono Anung juga bikin suasana dingin. Ia merendah. Ia mengibaratkan dirinya Goliat yang berhadapan dengan Raja David.

Menteri jadi calon gubernur tidak lagi baru. Semakin biasa. Apalagi ini Gubernur Jakarta --sekelas menteri juga.

Mantan menteri lain bahkan hanya jadi calon wakil gubernur: Dr Ir Suswono, menteri pertanian di era Presiden SBY. Ia kini jadi calon wakil gubernur Jakarta –pasangan Ridwan Kamil.

Maka tidak ada lagi skenario koalisi lawan bumbung kosong di Jakarta.

Tidak ada lagi kasak-kusuk untuk memenangkan bumbung kosong.

Kini pilihan tinggal ke Ridwan Kamil atau ke Pramono Anung.

Para pendukung bumbung kosong pun kehilangan bumbung.

BACA JUGA:Seribu Zaytun

Alias Golput.

Bumbung kosong justru terjadi di Pilwali Surabaya: calonnya hanya satu, Eri Cahyadi. Dari PDI-Perjuangan.

Semua partai mengusungnya. Orang Surabaya mulai realistis. Untuk apa habiskan uang melawan incumbent.

Lima tahun lalu orang sekaya Machfud Arifin pun gagal melawan ''incumbent'' di Surabaya.

Kategori :

Terkait

Selasa 10 Feb 2026 - 18:01 WIB

Imron Djatmika

Senin 09 Feb 2026 - 19:44 WIB

FDI Purbaya

Minggu 08 Feb 2026 - 17:12 WIB

Guinness Patrick

Sabtu 07 Feb 2026 - 21:58 WIB

Jakarta Malang

Jumat 06 Feb 2026 - 12:17 WIB

Makan Susu