Dua Ksatria

Rabu 10 Jul 2024 - 21:13 WIB
Reporter : Dahlan iskan

INI bukan film Hollywood tapi ending-nya happy. Momentumnya salat asar. Lokasinya di masjid rektorat Unair yang arsitekturnya modern dan cantik.

Undangannya salat asar berjamaah. Kemarin sore. Tapi semua undangan tahu: agenda setelah salat asarlah yang ditunggu.

Salat asarnya tepat waktu: 14.55. Tidak sampai 15 menit. Ada juga yang tidak ikut salat. Sebagian karena Kristen --seperti koordinator lapangan demo pro-dekan, Dr dr Yan Efrata Sembiring.

Sebagian lagi wanita yang berhalangan salat. Mereka menunggu yang salat sambil duduk-duduk di tangga masjid yang atraktif itu.

Begitu salat selesai, jamaah keluar masjid. Mereka menuruni tangga. Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih berhenti di tangga itu.

BACA JUGA:Rico Pasaribu

BACA JUGA:Kaya Sebenarnya

Sesaat kemudian Dekan FK Unair Prof Dr Budi Santoso yang dipecat juga menuruni tangga. Dua guru besar ini saling mendekat. Salaman. Berpelukan. Lama. Sekitar 70 orang yang melihatnya terlihat terharu.

Dua tokoh yang lagi bersengketa telah menyelesaikan masalah mereka. Dua-duanya tampil sangat bijaksana di tangga masjid itu.

Prof Budi Santoso-lah yang pertama berbicara. Kata pertama yang diucapkan adalah permintaan maaf.

Mengapa? Tidak seharusnya ia mengatasnamakan Unair saat bicara soal dokter asing. "Itu pendapat saya pribadi," ujarnya.

Hanya sekitar dua menit Prof Bus bicara. Intinya minta maaf itu.

Setelah itu ganti Prof Nasih yang bicara. Juga pendek. "Jelaslah sekarang bahwa pendapat tersebut adalah pendapat pribadi beliau. Jadi urusan pun selesai".

BACA JUGA:Ksatria Airlangga

BACA JUGA:Unair Orla

Kategori :

Terkait

Jumat 06 Mar 2026 - 20:39 WIB

Serangan Fajar

Senin 02 Mar 2026 - 21:34 WIB

Bom Suci

Sabtu 28 Feb 2026 - 15:16 WIB

Imlek Banteng

Rabu 25 Feb 2026 - 21:59 WIB

WNI WNI

Sabtu 21 Feb 2026 - 22:10 WIB

IKN Mesir