Tarim Tanah

Kamis 12 Feb 2026 - 18:16 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

Meski sungainya tidak berair tapi karena letaknya jauh di bawah tebing gunung sehingga tanahnya mengandung banyak air. Air melimpah. Di mana ada air di situ ada kehidupan.

Maka kehidupan terbanyak di Hadramaut adalah di celah-celah gunung tanah itu. Disebut ”wadi”.

Di Saudi Arabia ”wadi” biasanya di cekungan gunung. Di Hadramaut ”wadi” berada di sepanjang celah gunung.

Wadi itu bisa memanjang panjang sekali. Mengikuti aliran sungai di kala ada hujan.

Kelak, di hari keempat di Hadramaut saya berkesempatan memasuki celah-celah gunung yang dalam seperti itu. Tidak hanya memasuki tapi juga menyusurinya. Berpuluh kilometer. Melewati kampung-kampung di sepanjang sungai di celah gunung yang dalam.

Dalam menyelusuran itu saya sering mendongak ke atas, ke daratan yang di atas sana. Lalu  menyadari bahwa saat itu saya sedang di dalam celah rekahan gunung tanah.

Tiba di Tarim sebenarnya saya sudah lapar. Tapi itu hari Jumat. Sebentar lagi saatnya tiba: harus salat Jumat. Lalu akan ada makan gratis di rumah ulama terbesar di Tarim: di rumah Habib Umar.

Letak rumah Habib Umar hanya beberapa langkah dari pondok Darul Mustofa. Beliau yang mendirikan Darul Mustofa.

Berarti itulah ziarah pertama saya di Tarim: ke rumah Habib Umar. Tidak perlu ada anggaran makan siang hari itu.

Berarti ke tempat pembuatan bata tanah tadi adalah ziarah kedua saya di Tarim. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Jumat 06 Mar 2026 - 20:39 WIB

Serangan Fajar

Senin 02 Mar 2026 - 21:34 WIB

Bom Suci

Sabtu 28 Feb 2026 - 15:16 WIB

Imlek Banteng

Rabu 25 Feb 2026 - 21:59 WIB

WNI WNI

Sabtu 21 Feb 2026 - 22:10 WIB

IKN Mesir