Perusuh Bahagia

Senin 11 Aug 2025 - 16:59 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

Bayangan saya: setahun di sana Gina sudah pandai bahasa Mandarin. Dia berbakat dalam bahasa. Lalu bisa pulang membantu saya mengurus tamu-tamu investor dari Tiongkok.

Enam bulan di Tianjin Gina bertemu mahasiswa asing dari Korea Selatan. Juga ingin belajar bahasa Mandarin. Mereka belajar bersama. Lalu saling jatuh cinta.

Gina tidak lagi pulang ke PLN.

Kalau pun Gina kembali juga tidak lagi bertemu saya: akhir tahun itu saya diangkat jadi sesuatu di tempat lain.

BACA JUGA:Umur Baru

Sang suami nekat mengawini Gina. Sampai pun ikut dalam perkawinan adat Sunda: ikut agama Gina. Padahal sang Korea anak tunggal di keluarganya.

Kemarin itu adalah pertemuan pertama saya dengan Gina –Pasca Tianjin. Juga dengan suaminyi. Termasuk dengan si tiga anak –yang semuanya berwajah Korea seperti bapak mereka.

Gina mungkin sudah lupa pelajaran bahasa Mandarinnyi. Sang suami jadi guru Korea bagi Gina. Gina jadi guru bahasa Indonesia dan Sunda bagi sang suami dan tiga anaknyi.

Jadilah acara kemarin Kimbab Family gathering.

Atau, kemarin itu, bisa disebut gelar seni dan budaya Sunda. Gamelannya Sunda. Sendratarinya Sunda: menakjubkan. Sendratari Sangkuriang.

Kalau pun ada yang ngotot kemarin itu harus disebut acara ulang tahun faktanya memang saya konon lahir di tanggal 17 Agustus. Istri saya lahir 11 Agustus. Kami kawin 20 Agustus. Ganti hati saya 6 Agustus.

Pokoknya dua hari Sabtu-Minggu di Bandung kemarin asyiknya bukan main. Sampai ketinggalan kereta Whoosh. Berarti juga ketinggalan pesawat. Maka begitu banyak tiket terbuang. Ujung-ujungnya merangkak naik mobil lewat Cirebon-Semarang-Solo.

Untung bahagia itu bisa ditemukan di mana-mana. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Kamis 22 Jan 2026 - 19:19 WIB

HWW

Rabu 21 Jan 2026 - 13:44 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 15:58 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 20:39 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 14:32 WIB

Omon Kenyataan