Merah Putih

Senin 05 May 2025 - 17:21 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

Alangkah besar ide itu. Betapa berat program itu. Betapa sulit melaksanakannya --apalagi membuatnya sukses.

Tapi saya bisa menangkap ”ruh” yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto: menghidupkan ekonomi desa. Menggerakkan ekonomi rakyat.

Kalau program ini berhasil arah ekonomi negara akan berubah. Mungkin pelaku ekonomi yang sekarang sudah mapan akan merasa terganggu.

Saya menangkap kesan apa yang dilakukan bupati Hasto Wardoyo dulu akan diterapkan dalam skala nasional, secara masif, lebih menukik ke desa dan all out.

Tentu KMP tidak meniru Kulon Progo. Jauh lebih hebat dari itu. Setidaknya saya pernah melihat ide yang mirip. Semangatnya  yang serupa.

Dengan KMP potensi desa tidak boleh hanya disedot oleh kekuatan ekonomi raksasa. Lalu desa hanya jadi konsumen dari kekuatan ekonomi kapitalis.

BACA JUGA:Koperasi Desa Merah Putih Jadi Pilar Keadilan Sosial, Bukan Sekadar Urusan Ekonomi

Lihatlah yang terjadi sekarang: uang orang desa mengalir ke atas. Pola konsumsi di desa membuat uang orang desa kesedot ke atas.

Uang dari bawah itu kembali ke bawah dalam bentuk penyakit: gula darah, kolesterol, ginjal,  obesitas. Konsumsi orang desa didekte oleh pabrikan kapitalis. Produk yang kian murah harganya, kian sembrono dalam menjaga kesehatan isinya.

BPJS ikut jadi korban banyaknya orang yang sakit.

Saya menduga KMP didasari suasana kebatinan seperti itu: bagaimana agar ekonomi desa berputar di bawah.

Dengan teknologi informasi semaju sekarang, menyeimbangkan kapasitas produsen dan volume keperluan konsumen sangat bisa dilakukan. TI mutlak diperlukan agar sukses.

Saya belum tahu sejauh mana teknologi informasi diciptakan untuk jejaring pasar KMP. Pasti tidak sulit. Membangun 'gudang' di dunia maya tidak perlu beli semen, pasir dan besi. Membangun ”pasar besar” di cloud tidak perlu beli atap.

Saya menduga pembangunan KMP yang 80.000 itu akan dibarengi dengan pembangunan  ”gudang” di awang-awang sana: untuk stok kebutuhan hidup di desa. Tentu saya jugabayangkan akan dibangun ”pasar” maya yang sangat lengkap.

Dengan demikian satu koperasi desa yang perlu satu jenis barang tinggal posting di situ:  klik. Pun koperasi mana yang kelebihan bahan: klik. Kirim: klik. Bayar: klik.

Yang diperlukan secara fisik tinggalah diperlukan logistik. Orang desa bisa menjadi pelaku logistik itu.

Kategori :

Terkait

Selasa 20 Jan 2026 - 15:58 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 20:39 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 14:32 WIB

Omon Kenyataan

Jumat 16 Jan 2026 - 13:15 WIB

Asta Cashtry

Kamis 15 Jan 2026 - 20:07 WIB

Rafael Zainal