Saling Sepak

Sabtu 17 Feb 2024 - 17:39 WIB
Reporter : Dahlan Iskan

BACA JUGA:Nomor Dua

Di Madura, ujar salah satu caleg DPRD Jatim, suara yang dihitung dulu adalah DPRD kabupaten. Setelah itu barulah hasil Pilpres. 

Kenapa begitu?

''Karena dua jenis Pemilu itulah yang benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat,'' katanya. ''Kami di Madura sepakat seperti itu,'' ujar caleg yang mencoblos di Sumenep itu.

Itu juga dibenarkan Mathur, caleg DPRD Jatim dari Bangkalan. Mathur incumbent. Ia mewakili Partai Bulan Bintang. Se-Jawa, Mathur satu-satunya anggota DPRD provinsi dari partainya Yusril Ihza Mahendra itu.

''Sampai sekarang saya masih di posko,'' ujar Mathur. ''Kelihatannya sih saya bisa terpilih kembali,'' ujarnya. Mathur adalah anggota DPRD Jatim paling kritis menyoroti soal korupsi di Jatim.

Beda dengan suara DPRD Kabupaten dan Pilpres, suara untuk DPR, DPD, dan DPRD provinsi tidak pakai dihitung. ''Kami menerima langsung hasil rekap,'' ujar Mathur. 

Yang merekap itu adalah kepala desa. Suka-suka kepala desa: siapa, dari partai apa, akan dapat berapa suara. ''Calon yang datang ke kepala desa akan dapat suara,'' katanya. Kalau yang datang tiga orang, suara dibagi tiga itu. Siapa dapat berapa.

Yang seperti itu sudah tradisi di Madura. Pun di Pemilu yang lalu-lalu. ''Kali ini kelihatannya lebih parah,'' katanya.

BACA JUGA:Ujung Lorong

Inilah akhir pekan yang menegangkan bagi para caleg. Hari-hari inilah saling sepak dan saling rangkul terjadi di antara mereka.

Yang satu kandang saling endus dan sepak. Yang beda kandang saling lempar mercon. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Rabu 21 Jan 2026 - 13:44 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 15:58 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 20:39 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 14:32 WIB

Omon Kenyataan

Jumat 16 Jan 2026 - 13:15 WIB

Asta Cashtry