Hijrah Tigray

Senin 24 Feb 2025 - 15:27 WIB
Reporter : Dahlan Iskan
Editor : Yudiansyah

Seandainya empat wilayah itu tidak tercerai, mungkin Ethiopia lebih mudah bangkit. Bisa saja ia cepat jadi negara yang sangat penting: menguasai kawasan yang disebut "tanduk Afrika".

Enam negara besar sampai sekarang pun masih "menjajah" kawasan ini. Rebutan. Saling menempatkan armada perang di "mulut" Laut Merah itu.

BACA JUGA:Tingtal Sebahu

Kalau saja empat wilayah itu tetap satu, kita lebih mudah mengingat masa lalu: Abessinia. Itulah yang dalam sejarah agama-agama disebut negara Abessinia.

Abessinia --saya masih hafal pelajaran di buku tarikh Islam-- adalah negara Kristen. Rajanya dikenal sangat adil. Sang raja jadi pemimpin idola rakyatnya. Nabi Muhammad pun sampai meminta umatnya yang masih sedikit untuk kabur ke Abessinia. Ke negara Kristen.

Kelak, di tahun Pilkada Jakarta, muncul banyak pidato: calon pemimpin itu tidak perlu dilihat agamanya. Yang penting bisa adil atau tidak. Bisa memakmurkan rakyatnya atau menyengsarakan.

Di negara Kristen itu, kata sejarah, mereka akan terbebas dari ancaman dan tekanan kaum Quraisy yang dominan di Mekah.

Mereka harus menyeberangi Laut Merah. Lalu menetap di satu kota kecil yang disebut Negash. Sisa-sisa hijrah pertama itu kabarnya masih ada: ke Negash itulah tujuan saya. Harus naik mobil dua jam dari Makelle. Ke arah utara. Ke arah yang lebih tidak aman lagi. Juga lebih miskin. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Jumat 06 Mar 2026 - 20:39 WIB

Serangan Fajar

Senin 02 Mar 2026 - 21:34 WIB

Bom Suci

Sabtu 28 Feb 2026 - 15:16 WIB

Imlek Banteng

Rabu 25 Feb 2026 - 21:59 WIB

WNI WNI

Sabtu 21 Feb 2026 - 22:10 WIB

IKN Mesir