Baca Koran belitongekspres Online - Belitong Ekspres

Suporter Inter Milan Dilarang Hadir di 3 Laga Tandang Imbas Insiden Petasan Emil Audero

Emil Audero--Ig/emil_audero

BELITONGEKSPRES.COM - Kementerian Dalam Negeri Italia resmi memberlakukan larangan perjalanan tandang bagi suporter Inter Milan dalam kompetisi Serie A hingga 23 Maret. Kebijakan ini diambil menyusul insiden pelemparan petasan yang melukai kiper Cremonese, Emil Audero, saat laga melawan Inter.

Larangan tersebut diumumkan pada Selasa, 3 Februari waktu setempat. Dengan keputusan ini, pendukung Inter tidak diperbolehkan hadir dalam tiga pertandingan tandang Serie A, yakni melawan Sassuolo pada 8 Februari, Lecce pada 21 Februari, dan Fiorentina pada 22 Maret.

Selain pembatasan tersebut, The Athletic melaporkan bahwa warga wilayah Lombardy, tempat Kota Milan berada, juga dilarang membeli tiket pertandingan Inter hingga 23 Maret.

“Menyusul gangguan serius yang terjadi, Menteri Dalam Negeri telah memberlakukan larangan perjalanan tandang bagi suporter Inter hingga 23 Maret 2026, serta larangan penjualan tiket kepada warga wilayah Lombardy untuk pertandingan-pertandingan yang sama,” demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Italia.

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Kritik PIF Usai Benzema Gabung Al-Hilal, Nilai Liga Saudi Tidak Seimbang

BACA JUGA:Rumor Pelatih Man City, Xabi Alonso Masuk Daftar Pengganti Guardiola

Meski demikian, L’Equipe menyebut suporter Inter tetap diperbolehkan hadir dalam laga Derby della Madonnina melawan AC Milan pada 8 Maret di Stadion San Siro. Pertandingan tersebut tidak termasuk dalam sanksi karena tidak memerlukan perjalanan ke luar kota. Selain itu, laga Inter melawan Bodo/Glimt di Liga Champions juga tidak terdampak oleh kebijakan tersebut.

Insiden yang menjadi pemicu sanksi terjadi pada babak kedua laga Cremonese kontra Inter. Pada menit ke-49, sebuah petasan dilemparkan ke dalam lapangan dan meledak di dekat kaki Emil Audero. Kiper berusia 29 tahun itu langsung terjatuh akibat ledakan tersebut.

Wasit sempat menghentikan pertandingan untuk memastikan kondisi Audero. Setelah menjalani pemeriksaan medis, Audero memutuskan tetap bermain hingga laga selesai. Inter mempertahankan kemenangan 2-0 yang telah diraih sejak babak pertama.

Namun, Audero mengungkapkan bahwa dampak ledakan baru terasa setelah pertandingan usai. Ia mengaku mengalami nyeri di beberapa bagian tubuh.

“Di akhir pertandingan, setelah adrenalin mereda, leher saya kaku. Sekarang lebih parah karena telinga dan punggung saya sakit,” ujar Audero seperti dikutip dari L’Equipe.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Dalam Negeri Italia menegaskan bahwa sanksi ini bertujuan menjaga ketertiban umum dan keamanan, sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

“Langkah ini bertujuan untuk menjamin perlindungan ketertiban umum dan keamanan, serta mencegah terulangnya insiden yang dapat mengganggu kelancaran penyelenggaraan acara olahraga,” tulis pernyataan tersebut yang dikutip dari The Athletic. (jpc)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan